Subscribe to our RSS Feeds
Hello, this is a sample text to show how you can display a short information about you and or your blog. You can use this space to display text or image introduction or to display 468 x 60 ads and to maximize your earnings.

Air hidup

0 Comments »

KEPALA DAN BUKAN EKOR (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 Oktober 2012 -

Baca:  Ulangan 28:1-14

"apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,"  Ulangan 28:13b

Renungan kemarin menyatakan bahwa menjadi  'kepala'  berbicara tentang kualitas hidup seseorang yang mampu menjadi teladan dan memiliki dampak bagi orang lain.  Sementara soal jabatan atau posisi dalam pekerjaan, harta, kekayaan, promosi dan sebagainya adalah  'bonus'  dari Tuhan, karena Tuhan tidak menghendaki anak-anaknya hanya menjadi  'ekor'  dan terus mengalami penurunan kualitas hidup.  Kita semua tahu menjadi  'ekor'  berarti hanya menjadi pengikut, seperti kata  'mengekor'  yang berarti menjadi pecundang, padahal firmanNya menegaskan,  "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."  (Roma 8:37).

     Untuk bisa menjadi  'kepala'  dan terus mengalami peningkatan dalam hidup ini ada proses yang harus kita jalani yaitu harus tunduk kepada instruksi firman Tuhan:  "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi."  (Ulangan 28:1).  Kata  'jika'  (Ulangan 28:1)  dan  'apabila'  (Ulangan 28:13 dan 14)  berarti sebuah syarat untuk meraih janji Tuhan.  Syarat utamanya adalah mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya dengan setia.  Kemudian kita tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri  (Ulangan 28:14), maka Tuhan akan mengangkat kita menjadi kepala dan Ia akan membawa kita semakin naik.  Hal ini juga disampaikan Tuhan kepada Yosua agar ia senantiasa merenungkan firmanNya dan melakukannya,  "...dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."  (Yosua 1:8).

     Jangan hanya complain kepada Tuhan dan menuntut hak-hak kita saja sementara kita sendiri tidak memenuhi kewajiban atau mengerjakan bagian kita yaitu hidup dalam ketaatan.  Asal kita taat dan setia kepada Tuhan maka Dia pun tidak akan pernah lalai menggenapi janji firmanNya.

"Hal-hal yang terjadi di masa yang lampau telah Kuberitahukan dari sejak dahulu, Aku telah mengucapkannya dan telah mengabarkannya. Kemudian dengan sekonyong-konyong Aku melaksanakannya juga dan semuanya itu sudah menjadi kenyataan."  Yesaya 48:3
23.37

0 Responses to "Air hidup"

Poskan Komentar