Subscribe to our RSS Feeds
Hello, this is a sample text to show how you can display a short information about you and or your blog. You can use this space to display text or image introduction or to display 468 x 60 ads and to maximize your earnings.
0 Comments »
Peran Ulama dalam Memerangi Korupsi
Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir | 24-Nov-2012, 10:21:36 WIB

KabarIndonesia - Korupsi di negara indonesia sudah sangat keterlaluan. Peran penting ulama di tuntut untuk membawa umat ke jalan yang benar. Lembaga KPK agar tak surut dalam berperang melawan koruptor.

Ulama harus selalu mengajarkan agar umat menghindari mengkonsumsi hal yang haram. Membela KPK adalah hal wajib untuk menghidupkan keteladanan menolak mengkonsumsi uang haram seperti yang selalu dibudayakan oleh koruptor.

Bukan ulama mestinya yang harus disertifikasi, melainkan para pejabat dari tingkat lurah hingga Presiden. Mereka harus mendapat sertifikat anti korupsi. Sebab Indonesia memang sudah berada dalam darurat korupsi.

Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengusulkan agar para ulama mendapatkan sertifikasi dari negara. Menurut BNPT, sertifikasi dai dan ustad adalah salah satu cara mencegah ajaran radikal. Hal itu sudah dilakukan oleh negara Singapura dan Arab Saudi.

Melawan koruptor adalah bagian dari "jihad". Sebab dampak dari perilaku korupsi sangat buruk kepada masyarakat. Selain itu, Permasalahan kemiskinan dan pelacuran salah sumbernya adalah kesenjangan ekonomi yang berefek dari perilaku koruptor.

Pekerjaan KPK dalam memberantas korupsi antara lain:

Pertama, membuat grand-desain pemberantasan korupsi hingga 15 tahun yang akan datang. Kedua, KPK sedang mengembangkan sistem integritas nasional. Di mana dalam sistem ini KPK akan membuka cara pelaporan korupsi online dari masyarakat.

Ketiga, KPK sedang mempersiapkan sistem penindakan korupsi yang tidak terbatas pada penangkapan dan hukuman yang berat. Penindakan juga harus diiring dengan pencegahan juga tindak lanjut yang preventif.

Keempat, KPK juga mempersiapkan efek jera yang serius. Di mana pertanggung jawaban sosial seorang koruptor bukan hanya mengganti uang negara tapi dia juga harus mengganti kerugian sosial atas perilaku korupsi tersebut.

Kelima, KPK akan mengedukasi masyarakat untuk memulai melawan korupsi dari keluarga. Sebab menurutnya, akar masalah korupsi juga datang dari mental keluarga itu sendiri. Salah satu biang masalah korupsi juga adalah masalah budaya konsumerisme yang dimulai dari pribadi di dalam sebuah keluarga.

Dibutuhkan komitmen dan peran para ulama dan tokoh masyarakat turut andil dalam upaya mendukung menegakkan konstitusi dan gerakan anti korupsi.

Setiap upaya pemberantasan korupsi akan mendapatkan tentangan dan perlawanan, serta upaya pelemahan lembaga-lembaga yang konsen dalam pemberantasan korupsi.

Banyak orang menilai dengan memenjarakan koruptor masalah korupsi selesai, padahal tidak sesederhana itu, jadi perlu penindakan hukum yang berat untuk para koruptor agar bisa menimbulkan efek jera. (*)
22.06

0 Responses to " "

Poskan Komentar