Subscribe to our RSS Feeds
Hello, this is a sample text to show how you can display a short information about you and or your blog. You can use this space to display text or image introduction or to display 468 x 60 ads and to maximize your earnings.

aramada

0 Comments »

aku benci lagu armada'kau pemilik hatiku'.dari awal ketika kamu cerita tentang lagu itu,dan ketika aku mendengarnya dadaku terasa sakit.sepertinya ada yang salah sebelum aku tahu jawabannya tentang lagu itu.aku tahu lagu itu bukan buatku.seperti yang kamu bilang..
Dia akan selalu menjadi pemilik hatimu seperti kamu yang telah menjadi pemilik hatinya.
Semoga bahagia dengan apapun pilihanmu,net.
Ganti pasword blog ini..dan pastikan aku gkan pernah mengisi blog ini lagi.di blog ini,memang dah g d aku lagi..tapi ada kamu dan dia,kisah selanjutnya yg sempat terputus.. Blog ini cuma bikin aku sakit..
Ganti paswordnya ok.makasi
“Inilah tanda aku cinta, kubawa kamu ke gedung paling tinggi,  se- Kuala Lumpur. Kalau biasanya aku bawa kamu lihat KL dari bukit sana itu (tangannya menunjuk ke perbukitan) sekarang kita ada di menara ini…bangganya aku bisa bawa kamu ke sini, Love. Tapi… entah kenapa aku yakin kamu gak konsentrasi kan Indy, Love? Kulihat terus kamu matanya bukan ke pemandangan sky scrappers di bawah, tapi ke arah toko jam tangan di sana itu… Sebentar lagi pasti kamu minta belikan…”

gajian… di luar uang bulanan yang biasanya tiba-tiba dia ngasi lebih.
“Love, ini buat kamu, tambahan beli bedak, parfum dan alat-alat kecantikan kamu…”
Aku tolak, tapi… ” Ayolah sayang, kamu gak hargai aku kerja over time buat kelebihan ini…”
Dipaksa-paksa terus akhirnya aku terima…
“Matre-nya istrikuuu…kutunggu ditolaknya sampai tujuh kali, lima kali kucoba diterimanya jugaaa.”

kubentuk senyum...
sederhana saja,sesederhana kanvas langit dgn lukisan awannya.
astaga...senja begitu indah menggoda..perlahan mengecup lembut bibirku romantis luar biasa,
menjemputku dalam dekapan hangat sempurna,
terserah...dan aku pasrah,
kau bawa aku tidur didadamu,lelap dalam hangat pelukmu,
mengalir dideru nafasmu yg lembab.
terasa nyaman dan mengikat.
tak ingin mengingat duka lara,tak ingin mengingat semua luka ,
tak ingin ...rasanya tak ingin bangun lagi melihat nyata,
kau begitu indah menggoda...kesadaranku tlah hilang sementara,tak ada lagi akal yg bicara,dan kuengahkan semua logika...
dan biar malam makin menengelamkan semua,..
Seburuk apapun lukisan hidup yang tergambar, pajanglah di dinding-dinding hati karena di suatu hari ketika kita punya kesempatan untuk menengok ke belakang dan melihatnya, kita akan tersenyum.
Kejadian di hari itu mungkin hal yang paling sulit dilupakan. Emosiku sudah sampai di titik puncaknya. Emosi yang kupendam semenjak sebelum mesin motor dipanaskan, tepatnya setelah seseorang di ujung telepon sana dengan seenaknya membentak-bentak pacarku tanpa alasan. Seorang psychotic yang mengaku sebagai Butchi ini sepertinya sangat terobsesi untuk bertemu dengan pacarku yang juga adalah mantan pacarnya. Pacarku sudah sangat geram dan semakin penasaran untuk menemuinya. Pacarku rupanya masih belum benar-benar percaya kalau mantan pacarnya memang benar-benar psychotic. Huff..


Dengan itikad baik agar pacarku tidak dianiaya seorang psychotic, saat itu kucoba meredam emosi dan kusanggupi mengantar pacarku bertemu dengan sang mantan. Bodohnya, aku tak mengindahkan bahasa alam yang sudah melarang kami pergi. Saat itu, angin menderu kencang mempermainkan hujan hingga bulir-bulir hujan dengan kasar berjatuhan ke bumi. Ternyata apa yang diisyaratkan alam terbukti, emosiku semakin menjadi-jadi setelah alamat sang mantan tidak mudah untuk ditemukan. Petunjuk yang diberikan benar-benar ngaco dan membuat kami hampir nyasar. Sementara itu, dengan seenaknya dia membentak-bentak pacarku yang tidak lekas datang menemuinya tanpa dia tahu hujan tak kenal ampun mengguyur badan kami. Bete total.


Dengan susah payah, akhirnya kutemukan alamat itu. Pertemuan itu berlangsung singkat di sebuah rumah sederhana. Kubiarkan pacarku dan sang mantan mengobrol melepas rindu, haih... Aku sudah terlanjur bete dan memilih menghabiskan Pop Iceku daripada nimbrung mengobrol dengan mereka. Saat itu, ingin kuhajar muka innocentnya yang pura-pura baik di depanku. Masih terekam di kepalaku bagaimana kasarnya dia membentak-bentak pacarku di beberapa percakapan telepon.


Dua puluh lima menit berlalu dan aku tak tahan lagi. Ku kirim SMS pada pacarku untuk memintanya pulang. Pacarku menurut, kami pulang. Sesaat sebelum kami pulang, geblegnya pacarku sempat bermanis-manis ria pada sang mantan di depan mataku. Menyebalkan sekali apalagi ketika salamku sama sekali tak digubris oleh Butchi itu. Saat itu aku begitu dikuasai emosi dan seketika lupa bagaimana caranya mengendarai sepeda motor. Jalanan perumahan Cigadung sore itu boleh dibilang lengang sehingga kupacu sepeda motor dalam kecepatan yang lumayan. Hujan yang baru saja reda membuat jalanan basah. Di sebuah turunan yang licin, mataku menggelap dan.. CRACKKK.. kami terjatuh dari sepeda motor.


20.29

0 Responses to "aramada"

Poskan Komentar