Subscribe to our RSS Feeds
Hello, this is a sample text to show how you can display a short information about you and or your blog. You can use this space to display text or image introduction or to display 468 x 60 ads and to maximize your earnings.

ndoo

0 Comments »
Aku memanggilnya dengan sebutan Ran. Dia.. yang badannya kubuat memar-memar karena mencium aspal Cigadung kini telah menjadi mantan pacarku. Aku mengenalnya saat sejuk angin Februari berlalu. Terik mentari April akhirnya mengantarku menjumpainya. Seorang perempuan sederhana yang mempunyai mimpi-mimpi besar. Seorang anak yang sangat berbakti pada orang-tua dan begitu taat beragama. Di suatu dini hari yang dingin, aku memberanikan diri memintanya menjadi pacarku.


Jika pepatah mengatakan bahwa Tuhan akan menghadirkan seseorang yang istimewa dalam waktu dan cara yang indah maka hal itu tidak berlaku bagi hubungan kami. Dia datang di waktu yang paling tidak tepat. Waktu di saat keluargaku sedang ditimpa banyak masalah berat; dari mulai masalah perceraian orang tuaku hingga masalah ekonomi. Dengan kehadirannya, ku harapkan bebanku berkurang karena ada seseorang yang mampu diajak berbagi ternyata harapan itu salah besar. Ternyata hadirnya malah membawa tambahan beban masalah untukku.


Begitu banyak pengalaman pertama yang kubagi dengannya walaupun hubungan kami tidak pernah sampai di anniversary pertama, sampai di satu bulan maksudnya. Dan selama 22 hari, aku hidup dalam kebohongannya. Begitu banyak yang dia sembunyikan dariku, entah tentang kegiatan atau interaksinya dengan beberapa mantan pacar. Aku sama sekali tidak keberatan jika memang dia ingin memiliki ruang privasi itu. Tetapi lambat-laun, ketidakterbukaan dan ketidakpercayaan malah menghancurkan pondasi hubungan kami.


Banyak yang tak kumengerti dari sikapnya. Perasaannya begitu sulit ditebak dan sampai saat ini, aku tak pernah tahu kesungguhan perasaannya terhadapku. Cara dia mencintaiku begitu rumit hingga aku terjerembab dalam kebingungan-kebingungan yang tak perlu. Ribuan tanda-tanya bersarang di kepalaku. Ada apa? Kenapa?, hal itu tak pernah bisa kami jawab.


Tetapi di balik semua itu, kurasakan hatiku mulai menghangat ketika mengingat jilbab yang sering ia kenakan. Bagaimanapun ia pernah hadir dalam hidupku dan mengajariku cara mencintai Tuhan. Mungkin benar, aku belum mengenalnya secara utuh sehingga kami hidp dalam bayang-bayang satu sama lain. Dia menyediakan semua keperluanku setiap hari tapi entah kenapa kurasa tetap ada ruang kosong dalam hati. Kuinvestasikan sebuah ruang kosong itu pada waktu tetapi sebelum waktu sempat menjawab, kenyataan menentukan lain.


Kami sampai di siang itu dimana kata-katanya begitu menyakiti hatiku. Walaupun SMS hanya mampu menyuguhkan guratan kata-kata tapi kata demi kata itu begitu tajam membuat luka pada perasaan. Di baris akhir SMS itu, tercatatlah permintaannya untuk putus. Aku ikhlas mengabulkan permintaannya untuk mengakhiri hubungan ini dan menjalani hidup tanpaku. Benar-benar tanpaku.. karena akhirnya dia membatasi semua media komunikasi yang kami punya termasuk facebook.


Untuk Ran yang pernah singgah di hidupku, walaupun lukisan hidup kita tak tergores indah tetapi akan tetap kupajang di dinding-dinding hati. Sehingga nanti, aku mampu mengingatmu dan berujar syukur karena kau mampu mendekatkan-Ku dengan Tuhan. Aku tahu sampai kini kau masih menyimpan mimpi-mimpi besar itu, maka gapailah meski aku hanya mampu mendampingimu dengan do’a.. mari kita mulai hidup kita masing-masing dengan Basmallah.. Ran for your life!.

Tumbuh dan berkembang sebagai perempuan yang takut tertolak, membuatku sering berusaha menyenangkan hati orang, ingin diterima semua orang, dengan sebisa-bisanya berbuat baik pada semua orang. Namun alangkah menyakitkan ketika perbuatan baik yang menurutku sudah kulakukan, walau tanpa harap imbal, justru terbalaskan dengan ketidakadilan, kejahatan, kecurangan, dan rupa-rupa "air tuba". Demikian halnya dengan hal-hal buruk dan kemalangan yang menimpaku. Aku merasa aku tak pernah menaburnya, namun mengapa aku mengalaminya, seolah aku menuainya.

Dalam sekejap mata, aku ingin berubah menjadi iblis betina. Persetan dengan perbuatan baik. Aku tak akan pernah mau menolong, membantu, ataupun tetek bengek kebaikan lain untuk siapapun lagi. Untuk apa aku takut dengan mereka. Untuk apa aku ingin diterima oleh mereka semua. Aku takkan mati, hidupku takkan berakhir jika tanpa mereka. F*ck you, people!! You've hurt me and I'll hurt you back!!

Mantan udah punya pacar lagi.
Berati mantanku itu lebih keren dan lebih menarik dari aku.
Buktinya, setelah putus, banyak B yg bejejer minta formulir.
Meski dia udah punya pacar, masih aja ada yang usaha.

Aku?
Waktu itu disuatu pagi, ada yang bilang cinta padaku.
Tololnya aku kenapa aku ikuti permainannya?
Pake perasaan pula.
Ternyata, orang itu masih cinta dan masih sayang mantannya.

Ada lagi.
Dia nyaman sama aku.
Dia senang smsan sama aku.
Dia senang dengar suaraku.
Sampai kangen katanya.
Eh gak tau kenapa, ternyata hanya nyaman dan belum ada yang pernah gitu sama dia.
Ya sudah lah.
Dinikmati aja hidupku.

Aku gak mau cari si cinta lagi.
Kalau si cinta datang, aku juga bingung.
Mau lari atau ngadepin dia aja ya.
Au ah blebek.
Itu kalau datang.


Film Passion sendiri adalah film remak dari thriller Perancis, "Crime d'amour" yang diperankan artis Perancis Ludivine Sagnier dan Kristin Scott Thomas (Random Hearts, The English Patient).

Ini thriller "Crime d'amour"
20.35

0 Responses to "ndoo"

Poskan Komentar