Entri Populer

Minggu, 25 November 2012

Bangunan bekas menara pengawas dan sebuah kamar tahanan, tempat Soekarno Sang Proklamator pernah dipenjara, masih berdiri kokoh di kawasan Banceuy-Bandung. Terkalahkan angkuhnya himpitan bangunan-bangunan di area pertokoan, menggeliat dan mulai dipedulikan ketika berita-fotonya tampil disebuah situs pewarta warga Harian Online Kabar Indonesia.

Jati diri pewarta warga adalah sikap peduli untuk berbagi tanpa pamrih yang disalurkan melalui wadah pewarta : blog, facebook, surat kabar, radio, televisi dan lain lain.

Clyde H. Bentley guru besar madya Sekolah Tinggi Jurnalistik Missouri AS menjelaskan bahwa  seorang jurnalis warga menuliskan pandangannya atas suatu peristiwa karena didorong oleh keinginan untuk membagi apa yang dilihat dan diketahuinya. Sementara jurnalis profesional yang bekerja di media massa, melakukan liputan karena penugasan (Imam FR Kusumaningati, penulis buku Jurnalisme Warga, Jadi Jurnalis Itu Gampang).

Bukti berbicara, era jurnalisme warga semakin agresif dan membahana. Canda kata dan berita singkat dalam komunikasi timbal-balik di Facebook dapat digolongkan sebagai kegiatan jurnalisme warga. Diperkuat lagi dengan kemudahan untuk membuat blog dan kelengkapan aneka asesori yang memberikan tampilan blog lebih menarik dan menjanjikan.

Bagi blogger, mengelola sebuah blog merupakan suatu kegiatan yang menyehatkan dan menyenangkan. Apa yang kita pikirkan bisa ditulis, dan apa yang kita tulis bisa dibaca dan dikomentari. Dengan kata lain, sepanjang kita siap berbagi, siap pula mendapatkan umpan balik. Sikap keterbukaan, akan memberi peluang terciptanya nilai-nilai persahabatan dan saling membangun kepercayaan.

Dilandasi keinginan untuk berbagi,  banyak blog tampil dengan tema tertentu, sesuai minat atau target pembacanya. Beberapa blog selain bersifat umum, diketahui pula memposisikan diri sebagai blog kesehatan, pangan, kuliner, lingkungan hidup dan masih banyak lainnya.

Hal terpenting yang harus dilakukan  seorang blogger adalah konsistensi dalam mengelola atau membangun blog agar pembaca atau pelanggan merasa nyaman dan tertarik untuk selalu berkunjung. Jangan buat pembaca kecewa dan merasa boros waktu karena tak ada artikel menarik dan bermanfaat.

Buah dari konsistensi pembiasaan menulis adalah ketrampilan dan tumbuhnya rasa percaya diri. Dalam hal tertentu bila tak sempat tayangkan hasil karya sendiri, alternatif yang bisa dilakukan adalah menyadur artikel dari pustaka lainnya dengan ketentuan harus mencantumkan nara sumbernya. Pembelajaran yang bisa diperoleh dari saduran artikel adalah kemampuan memilah, memilih dan mengedit artikel agar layak dan lebih menarik.

Blogger yang secara konsisten mengelola blog, dapat dipastikan akan punya peningkatan daya nalar dan wawasan selain kemampuan teknis dalam bidang penulisan. Kelanjutannya dapat merambah dan tampil eksis di luar blog pribadi ataupun di media masa lain non pewarta warga. Perlu diketahui pula bahwa banyak penulis artikel di media massa maupun penulis buku bermula dari pengalaman mengelola sebuah blog.

Seiring dengan perjalanan waktu berdasarkan pengalaman pribadi, meningkatnya kemampuan dan rasa percaya diri dalam menulis dapat memposisikan diri ke jenjang yang lebih mantap dan menata karier sebagai  penulis handal.

Kembali ke blog, tulisan kita yang sudah pernah dimuat di surat kabar maupun blog lain dapat digunakan sebagai sumber pustaka untuk menambah kuantitas tulisan dan kualitas blog yang kita miliki.

Secara kebetulan, dalam sebuah kesempatan meliput kegiatan di minggu pagi oleh komunitas fotografi di sekitar Alun-Alun Kota Bandung, yang lokasinya berdekatan dengan bangunan bekas penjara Banceuy, berkesempatan singgah sejenak dan mengambil beberapa foto dokumentasi.

Berdasarkan pengamatan fisik, masih terlihat adanya tanda-tanda pemeliharaan dan renovasi bangunan  bekas  penjara Banceuy tempat Soekarno Sang Proklamator mendekam. Meski demikian, lingkungan sekitar masih tetap kotor dan tak terawat.

Perubahan fisik yang terjadi bisa dimungkinkan oleh Berita Foto yang pernah ditayangkan di Harian Online Kabar Indonesia beberapa waktu lalu ataukah oleh pewarta warga yang lain bukan menjadi permasalahan.

Sebuah tindakan bijak, tulisan ini sekaligus dapat merupakan masukan bagi pihak pengelola dan masyarakat pada umumnya, untuk tetap dan selalu menjaga bangunan atau situs bernilai sejarah demi generasi mendatang yang lebih berkualitas.

Bandung, 22 Nov 2012


Data Diri: Penulis, fotografer, pemerhati lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, kimia pangan, alumnus Kimia ITB dan praktisi di industri pangan.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar