Subscribe to our RSS Feeds
Hello, this is a sample text to show how you can display a short information about you and or your blog. You can use this space to display text or image introduction or to display 468 x 60 ads and to maximize your earnings.
0 Comments »
Telinga kita sudah "panas" mendengarkan berita tentang kekerasan. Mulai dari kekerasan antar pelajar maupun antar warga satu daerah. Bahkan, fenomena ini sudah masuk dalam kategori brutal.

Kita sering mendengar kekerasan dalam rumah tangga, bahkan pada pendidikan. Para pelaku kekerasan beranggapan menyelesaikan sebuah masalah harus pakai kekerasan biar cepat selesai. Pada kenyataannya hal tersebut yang membuat masalah  tidak akan selesai, bahkan bertambah panjang.

Banyak alasan dari penyebab kekerasan tersebut bisa terjadi. Namun yang perlu kita garis bawahi di sini adalah para pelaku kekerasan mencari penghargaan, status bahkan kepuasan diri. Kita di sini tidak harus melakukan kekerasan dalam mendidik anak ataupun orang menjadi lebih baik dengan kekerasan. Namun kita mendidik anak dengan cara membentuk karakter anak tersebut, sekaligus kita juga mengajarkan dalam menyelesaikan masalah dengan jiwa kepemimpinannya. Tentu dengan cara musyawarah dan penyelesaian yang baik. Masak kita harus mengikuti para pejabat yang menyelesaikan masalah dengan kekerasan.

Apalagi baru-baru ini ada berita tentang kekerasan terhadap jurnalis. Inikah awal dari penjajahan negara kita melalui warga negaranya sendiri. Kekerasan terjadi di mana-mana dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Sudah cukup, kekerasan ini harus diakhiri. dimulai dari diri kita sendiri dan orang sekitar kita. Semoga Indonesia menjadi lebih baik dan anti kekerasan.
***       

22.40

0 Responses to " "

Poskan Komentar